Alat Musik FU

Makalah tentang alat musik FU yang berasal dari Maluku, makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Guru Seni Musik saya.... :D
berikut MakalahNya...



1.1.           LATAR BELAKANG
Pembudayaan bangsa adalah dasar dari pembangunan bangsa yang bertujuan untuk membuat kehidupan bangsa yang lebih baik. Pembudayaan bangsa tergantung pada kualitas dan kuantitas buadaya dalam bangsa itu sendiri serta minat dan respon positif dari masyarakat Pada hakekatnya, perkembangan budaya bangsa haru didasari oleh budaya daerah yang dilestarikan dan dijaga kekhasannya.
            Upaya untuk melestarikan, memelihara, dan menghidupkan kesenian tradisional sangat diperlukan, sehingga diharapkan kesenian tersebut dapat mewarnai dan memperkaya kesenian nasional. Budaya itu perlu dipelajari untuk dapat mempelajari dan mengetahui tingkat-tingkat pemikirian manusia dari masa ke masa. Budaya perlu dilestarikan sebab merupakan manifestasi nilai-nilai dan nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai pancasila harus kita keluarkan dari warisan budaya bangsa.
            Masyarakat Indonesia dituntut harus dan mampu menjaga, melestarikan dan meneruskan budaya daerah mapun bangsa dengan tujuan sebagai berikut    :
1.   Bisa berjuang untuk hidup serta menghidupi diri melalui karya-karya sendiri, sehingga akan nampak jelas hubungan structural antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
2.   Mampu menciptakan teknik-teknik atau peralatan sebagai perpanjangan tangannya dalam rangka pembudayaan lingkungan sendiri.
3.   Menuangkan dan melestarikan hasil pembangunan itu dalam kehidupan masyarakat.
            Kreativitas merupakan wujud nyata dalam sebuah karya di dalam budaya. Kreativitas merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya atau merupakan jawaban manusia terhadap lingkungannya demi kesejahteraan manusia.
Saya juga akan membahas tentang music nusantara pada kesempatan ini, dengan tujuan melestarikan dan  menjaga keberlangsungan alat music ini.
Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop. 

Musik Daerah/Tradisional
Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair  dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya  tersebut lahir, tumbuh dan berkembang.  Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. 
Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan.  Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi  tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.

Musik Perkusi.
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya. 
Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali).  Satu perangkat gamelan terdiri dari  instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.  
Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, si, do)  
Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah   kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik. 
Arumba  (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis. 
Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak.  Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia. 

Instrumen Musik Petik
Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah. 
Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan. 
Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan. 
Instrumen Musik Gesek.
Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa,  rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.
Instrumen Musik Tiup
Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini.  Saluang adalah alat musik tiup dari  Sumatera Barat,  serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm. 
Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.
Musik Keroncong
Secara umum, musik keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
Musik Dangdut
Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut). Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat. 
Musik Perjuangan
Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak. 
Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penontonnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

1.2.           PEMBATASAN MASALAH
1.      Apa saja fungsi dan keguanaan music Fu
2.      Sejarah masuknya budaya music barat serta pengaruhnya bagi music Fu
3.      Perkembangan music Fu dalam masyarakat
4.      Fungsi dan penggunaan music Fu dalm anak muda









2.1.           IDE AWAL PEMBUATAN MUSIK FU SEBAGAI ALAT MUSIK TIUP TRADISIONAL
Pada tahun 1958. Pada saat itu Bapak latumahina membaca buku sejarah, lalu beliau melihat seorang sedang meniup kulit bia, lalu beliau mendatangi desa hutumuri, pada saat itu rajanya adalah Raja Wellem Tehupiong, pada saat itu masih negeri lama hutumuri.
Dan pada saat itu bapak Latumahina pergi ke gunung maut, ia menggunakan baju dinas, jadi beliau tidak dapat naik. Akhirnya beliau mengganti pakaian dengan kain adat agar dapat naik ke gunung tersebut.
Pada tahun 1960 – 1963 grup ‘ Pela Nyong ‘ pergi ke Jakarta untuk pembukaan PON bersama dengan Bpk. Latumahina untuk meniup tahuri disana. Pada tahun 1964 saat pulang dari Jakarta mereka menyerahkan semua kulit bia ke Amahusu.
Penjelasan di atas merupakan sejarah musik fu yang di dapat dari desa hutumuri. Berikut ini akan dijelaskan lagi tentang sejarah musik fu secara umum.
Berawal dari sejarah musik fu yaitu sekitar Tahun 1962 Lotkol G.Latumahina sudah menjabat sebagai wakil gubernur daerah tingkat I Propinsi Maluku. Beliau tidak hanya seorang militer, beliau juga seorang pamong praja yang baik namun juga seorang budayawan di Maluku.
            Beliau seorang yang banyak pula berminat terhadap sejarah daerah ini sebagai seorang putra daerah. Dari berbagai bacaan yang ditulis dalam bahasa belanda tentang daerah ini beliau menemukan sebuah cerita sejarah tentang pulau seram atau yang lebih dikenal dengan Nusa Ina.
            Menurut bapak Dominggus Paulus Horhorouw lahir 18 Desember 1913 di Desa Hutumuri, yang bertindak sebagai pimpinan Orkes Suling desa pada sekitar tahun 1962 beliau dipanggil menghadap gubernur Maluku di kediaman beliau di kota Ambon. Setiba beliau disana, beliau bercerita tentang Sejarah Musik Tiup.
            Dahulu kala dipulau Seram, ada sebuah kerajaan Werinama. Kerajaan itu demikian kuatnya tidak dapat dikalahakan. Kerajaan atau raja kerajaan itu mempunyai seorang gadis yang demikian cantiknya yang menadi perhatian banyak orang untuk mempersunting gadis itu. Untuk menaklukan raja dan keraaan itu. Diminta bantuan dari 3 (tiga) desa bersaudara, yaitu :
1.        Desa Hutumuri terletak di Pulau Ambon
2.        Desa Sirisori terletak di pulau Saparua
3.        Desa Tamilou terletak di Pulau Seram
Ketiga desa bersaudara yang terletak pada desa-desa yang berbeda itu bersepakat untuk datang menuju Werinama. Ketiga desa bersaudara itu datang dengan menumpang sebuah kora-kora dengan dengan identitas nomor 16. Ketika mereka sampai di werinama mereka lalu meniup kulit bia sebanyak 9 kali. Mendengar bunyi kulit bia itu, Werinama segera menyerah tanpa syarat.
Terlepas dari benar tidaknya sejarah dimaksud atau hanya merupakan sebuah legenda namun kulit bia ini memiliki suatu fungsi bunyi atau suara yang cukup meyakinkan.
Karena diantara ketiga desa bersaudara dimaksud terdapat di desa Bapak Horhoruw yaitu desa Hutumuri. Wakil gubernur mengharapkan agar bapak Horhoruw dapat menciptakan suatu alat musik dari kulit bia.
Alat atau orkes kulit bia ini akan turut memeriahkan perayaan Hari Pahlawan Pattimura pada 15 Mei 1963 di Ibu Kota Negara Jakarta. Tugas untuk menggali kulit bia menjadi alat orkes kulit bia ditugaskan kepada Almarhum Bapak Karel Hehanusa.
Bapak Karel Hehanusa adalah seorang musisi Maluku yang cukup terkenal saat itu. Beliau menjadi sangat terkenal dengan “Orkes Ramai Dendangnya” baik itu hawaian maupun biola. Setelah bapak Karel Hehanusa selesai menggali atau menciptakan Kulit Bia maka desa-desa yang dipilih untuk mendukung orkes itu adalah :
·        Desa Hutumuri
·        Desa Rutong
·        Desa Kilang
·        Desa Naku
·        Desa Amahusu
Kelima desa ini terletak di pulau Ambon dan bapak harhoruw ditunjuk sebagai pemimpin orkes tersebut. Dengan demikian musik ini atau orkes ini muncul pertama kali di Indonesia pada perayaan Hari Pahlawan Pattimura 15 Mei 1963 di Ibu Kota Negara Jakarta bukan di Ambon. Orkes Kulit Bia ini kemudian ditumbuh kembangkan di desa Sirisori Amalatu yang terletak di pulau Saparua oleh almarhum Matheos Atihuta.
Dari sejarah dan kisah inilah Musik Fu terus dikembangkan terutama di desa-desa awalnya seperti Sirisori yang masih ada musik ini sampai sekarang.




2.1.1.                 FUNGSI MUSIK FU
Musik Fu jika dilihat pada awal munculnya jenis musik ini maka memliki fungsi adalah untuk dimainkan. Suara khas dari alat musik tiup ini merupakan cirri khas dari musik fu. 
Jika dilihat untuk kehidupan sekarang, maka perlahan musik ini sudah terkikis bahkan hampir hilang kegunaannya oleh generasi muda sekarang. Jika dilihat sekarang, maka musik ini hanya berfungsi sebagai asset daerah, dimana menjadi salah satu kekayaan daerah, hanya dipajang di museum tapi fungsi aslinya tidak benar-benar dipergunakan.
Namun beda dengan desa sirisori amalatu dan desa hutumuri yang masih melestarikan musik ini sehingga fungsinya tetap terlaksana dengan baik. Di desa ini, siswa di sekolah-sekolah diajarkan bagaimana cara meniup alat musik fu.
Musik fu pada dasarnya bisa terlaksana di seluruh sekolah di kota ambon, apabila guru-guru menerapkannya kepada siswanya, agar dapat mendukung pelestarian musik ini oleh generasi muda, yang nantinya akan membawa musik ini di kemudian hari.
Contoh alat musik tahuri berfungsi sebagai alat bunyi dalam kehidupan adat di daerah Maluku Tengah. Alat ini dibunyikan dalam rangka mengundang kehadiran arwah nenek moyang dalam pelaksanaan satu upacara adat. 
Di desa hutumuri siswa dari kelas 3 SD – SMA sudah diajarkan tentang musik bia ini.


2.1.2.                 PENGGUNAAN MUSIK FU
Seperti yang diketahui, musik fu berawal dari desa Hutumuri, yang dibawa sampai bisa dikenal oleh hampir masyarakat luas. Penggunaan musik Fu yang masih stabil dilakukan adalah di desa Hutumuri dan desa Sirisori Amalatu, dimana di kedua desa ini Musik Fu diajarkan kepada generasi Muda di tingkat sekolah.
         Namun tak banyak yang mengetahui jenis musik Fu. Di daerah perkotaan, orang yang mengenal musik Fu dapat dihitung dengan jari, yakni generasi tua yang telah hidup lama sehingga mengetahui musik fu. Tapi nyatanya generasi muda di daerah perkotaan sama sekali tidak tau apa itu musik fu.
         Penggunaan Musik Fu pun sangat minim. Musik Fu juga kalah tampil dibandingkan alat musik modern. Ini disebabkan karena tak banyak yang mengetahui musik fu itu seperti apa.
         Alat musik untuk jenis musik fu ini terbuat dari kulit bia atau siput.
Cara penggunaan musik fu adalah dengan cara ditiup. Seperti yang diketahui, jenis alat musik tiup ini sangat banyak, diantaranya :
·  Kulit Bia Tataratol
·  Kulit Bia Capeu
·  Kulit Bia Tahuri
·  Kulit Bia Lemon
Cara memainkannya pun berbeda walau tetap dengan cara ditiup, hal ini disebabkan karena letak lubang pada masing-masing alat yang berbeda.

2.1.3.                 PENDANGAN MASYARAKAT TENTANG MUSIK FU
            Alat music ini merupakan alat music yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu bentuk dan suara yang dihasilkan dan juga material dasar music ini, Kulit Bia. Masyarakat berpendapat bahwa perkembangan alat music ini masih lambat dan harus dikembangakan demin menjaga kelestarian alat mjusik ini.


















2.2.              MASUKNYA MUSIK BARAT
Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kimoni, dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam rangka ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka.
2.2.1.                 SEJARAH MASUKNYA MUSIK BARAT
Pada saat orde lama mendatangkan artis asing dapat digolongkan sebagai tindakan melawan pemerintah. Hal itu disebabkan kebijakan pemerintah Soekarno melarang musik Barat yang digolongkan sebagai musik Ngak Ngik Ngok. Jangankan mendatangkan, memainkan lagu-lagu Barat saja dapat dikenakan hukuman penjara, seperti yang di alami band legendaris Koes Plus di Jakarta dan Bharata band di Surabaya. Beberapa penyanyi lainnya harus bolak-balik diinterogasi kejaksaan. Musik pada saat itu lebih mewujud sebagai alat politik, yaitu menentang neokolim.
Wujud tersebut masih nampak pada masa peralihan dari orde-lama ke orde-baru. Pada masa peralihan tersebut ABRI banyak memegang peran bagi perkembangan musik panggung di Indonesia. Peran tersebut di antaranya melalui program Panggung Prajurit. Suatu program pertunjukan musik di berbagai daerah untuk mengintegrasikan ABRI dengan rakyat dalam menghadapi komunis. Wujud politik dalam musik di sini diartikan sebagai pembalikan nilai. Nilai-nilai yang dominan anti-Barat pada masa Soekarno dibalikan oleh ABRI. Dalam Panggung Prajurit, para artis banyak menyanyikan lagu-lagu populer, era Soekarno dikenal dengan musik hiburan, yang pernah dilarang pemerintah. Pada masa peralihan ini banyak menimbulkan keraguan pada masyarakat mengenai eksistensi musik Barat di Indonesia. Apakah sekarang masyarakat Indonesia boleh memainkan lagu-lagu Barat atau unsur-unsur musik yang merusak?
Keraguan masyarakat segera terjawab ketika ABRI melalui BKS-Kostrad mengadakan kerjasama dengan Hotel Indonesia mengadakan pertunjukan band Blue Diamonds ke beberapa daerah di Indonesia dalam suatu rangkaian tur musik. Hal itu berlangsung dari Desember 1965 sampai Januari 1966. Pada pertengahan 1960-an grup musik asal Belanda ini sedang berada dalam puncak popularitas internasionalnya. Para pemain Blue Diamonds adalah pemuda-pemuda kelahiran Depok dan Cimahi, Jawa Barat.
Blue Diamonds dapat dikatakan sebagai artis Barat yang pertama kali datang ke Indonesia setelah Soekarno runtuh. Dan satu-satunya artis asing yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Kedatangannya ke Indonesia sangat berarti bagi proses pembalikan nilai yang dilakukan ABRI, dari orde-lama yang membatasi segala hal berbau Barat ke orde Baru yang tidak anti-Barat.
Pada perkembangan selanjutnya kehadiran artis-artis asing dalam panggung-panggung musik di Indonesia mulai sering ditampilkan. Hal itu lebih terasa pada masa awal tahun 1970-an. Ketika Indonesia mengalami tingkat perekonomian yang semakin membaik seiring dengan Boom Minyak. Pada era ini, kehadiran artis asing ke Indonesia tidak lagi mewujud sebagai politik melainkan sebagai bisnis.
Eforia orde-baru yang membolehkan musik Barat dan peningkatan ekonomi yang terjadi saat itu dapat dikatakan sebagai kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan industri musik di Indonesia. Termasuk industri musik pertunjukan. Anak-anak muda berlomba mendirikan grup band dengan berkiblat ke Barat. Hotel-hotel dan tempat-tempat hiburan pun menjadi ajang pertunjukan. Selain menghadirkan artis dalam negeri tidak jarang mereka menghadirkan artis luar negeri. Selain sebagai selingan, kedatangan artis asing juga mempunyai daya jual yang tinggi.
Kedatangan artis asing tidak dapat dilepaskan adanya akses untuk menghadirkan artis-artis asing yang dibuka oleh anak-anak muda Indonesia yang menggilai musik. Mereka pada umumnya berasal dari kelas menengah atas Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri. Misalnya, Denny Sabri yang pernah malang melintang di Jerman dan Amerika Serikat serta Peter Basuki di Belanda. Di luar negeri, mereka tertarik dengan dunia musik pertunjukan dan mulai masuk lingkaran orang-orang dalam industri musik panggung.
Kedua orang itulah yang kemudian berhasil mendatangkan super grup rock saat itu, Deep Purple, ke Indonesia pada 4-5 Desember 1975. Pertunjukan yang mereka hadirkan adalah suatu peristiwa paling fenomenal dalam industri musik panggung di Indonesia. Cerita sukses kedatangan Deep Purple bergaung lama, hal itu disebabkan liputan yang sangat luas dari media massa. Terutama majalah Aktuil yang saat itu menjadi “panduan” para pecinta musik Indonesia. Jumlah penonton yang spektakuler untuk saat itu (sekitar 30.000 orang), kerusuhan yang terjadi hari kedua pertunjukan, kematian salah seorang kru Deep Purple yang jatuh dari hotel tempatnya menginap, serta kematian petugas pengaman saat pertunjukan berlangsung menjadi pembicaraan yang tak habis-habisnya.
Meskipun harus menanggung kerugian yang diakibatkan pembakaran-pembakaran oleh penonton yang terjadi di sekitar stadiun pertunjukan tersebut dapat dikatakan sukses. Denny Sabri dan Peter Basuki mendapat keuntungan. finansial yang besar. Padahal saat itu mereka tidak menggunakan sponsor. Selain laporan hangar binger pementasan, masalah “dapur” ini juga mendapat sorotan berbagai media massa seperti Break Event Point nya modal yang mencapai tujuhpuluh juta rupiah, jumlah bayaran artis, dan jumlah keuntungan yang didapat oleh promotor. Sisi-sisi bisnis mulai dibahas secara terbuka.
Meskipun kesuksesan Deep Purple bukan faktor tunggal yang menentukan pertumbuhan industri musik panggung, tetapi tidak dapat disangkal bahwa dari peristiwa tersebut masyarakat menjadi lebih terbuka bahwa bisnis musik panggung yang mendatangkan artis asing sangat menguntungkan. Meskipun disadari juga banyak resikonya, seperti kerusuhan.
Gelombang pasang artis asing ke Indonesia terjadi pada tahun 1980-an, sama seperti promotor tahun 1970-an, kebanyakan promotor nasional musik panggung adalah mereka yang terdiri dari anak-anak muda yang termasuk kelas menengah atas. Luasnya jaringan yang mereka miliki membuka akses terhadap artis dan sponsor. Penggunaan sponsor dalam musik panggung yang mendatangkan artis asing semakin marak sejak tahun 1980-an. Hal itu disebabkan pertunjukan musik merupakan media yang efektif untuk beriklan. Alasannya adalah jumlah penonton dalam setiap pertunjukan, kelas sosial penonton yang bisa dilihat dari tingginya harga tiket yang dijual, dan anak muda sebagai konsumen yang potensial.
Keberhasilan pementasan musik panggung di Indonesia selama pertengahan tahun 1980-an tidak lepas dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang untuk konsumsi golongan muda. Sponsor terbesar dalam setiap pementasan musik di Indonesia adalah perusahaan rokok. Ketergantung pada sponsor dalam mementaskan artis asing disebabkan pembayaran artis menggunakan dollar Amerika, sehingga harga tiket menjadi tinggi dan sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Manfaat sponsor adalah menyubsidi harga tiket yang harus ditanggung penonton. Harga tiket penonton tidak dapat menutupi biaya produksi.
Perkembangan industri musik panggung sejak pertengahan 1980-an telah berkembang dengan baik. Pada era tersebut sampai menjelang reformasi artis-artis asing kelas dunia telah dihadirkan oleh promotor Indonesia. Sejak era reformasi sampai tahun 2006-an dapat dikatakan industri musik panggung yang menampilkan artis asing sedang tiarap. Hal itu lebih karena alasan kondisi keamanan yang membuat artis asing berpikir duakali untuk mentas di Indonesia. Bukan faktor ekonomi, karena kelas menengah atas tetap memadati setiap pementasan. Semoga kehadiran artis asing dapat membangkitkan kembali industri musik panggung Indonesia. Akan tetapi, kita tentu akan lebih gembira bila promotor Indonesia menjadikan artis Indonesia sebagai artis asing di luar negeri.



2.2.2.                 PERKEMBANGAN MUSIK BARAT DI MASYARAKAT
Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya. 
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan  terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap. 
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara (Indonesia) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat  dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong. 
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Berikut penjelasannya.

Jazz

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.

Gospel

Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.

Blues

Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.

Rhythm and blues

Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.

Funk

Funk juga dipelopori oleh musisi-musisi Afro-Amerika, misalnya James Brown, Parliament-Funkadelic, dan Sly and the Family Stone. Musik jenis Funk ini biasanya memiliki nada beat groovy, suatu rhythm yang membuat pendengarnya berdecak mengikuti irama. Oleh karena itu, dalam banyak hal, funk sering disamakan dengan groovy.

Rock

Rock, dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi populer.

 

Electronic

Electronic dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog di tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.

Ska, Reggae, Dub

Dari perpaduan musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.

Hip hop / Rap / Rapcore

Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore.

Pop

Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop, country, dsb.

Latin

Genre musik tradisional latin ini biasanya merujuk pada musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.

Country

Musik tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.

2.2.3.                 PENGARUH MUSIK BARAT TERHADAP MASYARAKAT
Pengaruh musik barat terhadapam masyarakat Indonesia sangat kentara pada berbagai aspek, ini disebabkan efek globalisasi, serta tidak adanya penguatan dari Indonesia, menyebabkan musik barat menjelma di masyarakat Indonesia. Antara lain :
Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat. 
Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton. 
Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia. 


Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki  pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.
Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi  dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber  penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
2.3.              PERKEMBANGAN YANG TERJADI
           Seiring berjalannya waktu, terjadi perkembangan pada music ini, yang membuat music ini semakin dikenal
2.3.1.                 PERKEMBANGAN MUSIK FU DI MASYARAKAT
            Dalam masyarakat, alat music kulit bia ini sudah dikenal, tapi dalam proses pelestariannya, masih belum maksimal. Musik Fu yang dulu berasal dari desa Hutumuri sekarang penyebarannya msih minim, masyarakat sudah terikat pada music modern.
2.3.2.                 PENGARUH MUSIK BARAT TERHADAP MUSIK FU
Masuknya music barat juga mempengaruhi perkembangan music ini, masyarakat berpendapat, alat music tiup ini cenderung sulit dimainkan, dan lebih cenderung mempelajari music barat. Padahal apa yang dilakukan ini juga dapat membuat music Fu semakin terperosot. Kita harus bisa melestarikan alat music ini biarpun adanya music lain yang masuk dari barat.








2.4.              POSISI MUSIK FU BAGI ANAK MUDA
        Anak muda sekarang sudah lebih menyukai alat music modern dan mereka  juga telah melupakan alat music ini, tapi ada anak muda yang masih menekuni budaya ini, anak anak yang ada di sanggar sanggar seni.
2.4.1.                 PANDANGAN ANAK MUDA TERHADAP MUSIK FU
         Musik ini sudah terbilang kuno, tapi masih bisa dipakai dalam acara acara adat. Biarpun begitu kelestariannya harus bisa tetap dijaga
2.4.2.                 FUNGSI MUSIK FU BAGI ANAK MUDA
         Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat. 
Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton. 
Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia. 
Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki  pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya. 
Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi  dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber  penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

2.4.3.                 PENGGUNAAN MUSIK FU OLEH ANAK MUDA
           Musik ini masih digunakan dalam acara adat oleh anak muda sekarang dalam adat Maluku, khususnya dalam acara penyambutan dan lain-lain.
















3.1.              KESIMPULAN
              Setelah diadakan penelitian, dapat saya simpulkan bahwa,
1.   Usaha pembuatan alat music ini, harus didukung dengan motivasi dan latar belakang sejarah yang kuat.
2.   Penguasaan akan adat bukan hanya tindakan pelestarian tapi dapat juga dijadikan sebagai sumber aspirasi dan harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar.
3.   Untuk dapat menyebarluaskan music Fu, diperlukan hubungan atau ikatan, hal ini harus diperhatikan demi menjaga kelestarian dan perkembangannya dalam masyarakat.
4.   Budaya music barat yang modern juga mempengaruhi keberadaan dan perkembangan alat music ini.
5.   Alat music ini masih harus dibanahi dan disempurnakan.
3.2.              SARAN
1.      Untuk dapat memperkenalkan dan menyebarluaskan music ini, diperlukan adanya program seperti festival music kulit bia.
2.      Biarpun ada music barat yang masuk, kelestarian dan pemberdayaan music ini masih harus tetap terjaga.

3 komentar:

Toko Online Kalistajaya mengatakan...

mksih infonya gan..

Anonim mengatakan...

lumayan informasinya.......
terima kasih...

Anonim mengatakan...

Infonya Lumayan Bagus

Terima Kasih.

Poskan Komentar

Tolong Berkomentar Dengan Baik dan Sopan