Laporan, Notulen, dan Daftar Hadir Diskusi Panel


 Tugas Bahasa Indonesia Tentang Diskusi Panel
LAPORAN DISKUSI PANEL
1
Pendahuluan



     Diskusi panel adalah bentuk umum yang dilakukan oleh sekelompok orang (yang disebut panelis) yang membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dan dilaksanakan dihadapan khalayak, penonton (lewat tayangan televisi), atau pendengar (lewat siaran radio). Dalam diskusi panel, khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat. Pelaksanaan diskusi panel dipandu oleh seorang moderator dan dapat dibantu oleh notulis.
     Dari sebuah diskusi panel akan diperoleh informasi yang dapat memperkaya pengetahuan tentang suatu masalah atau topik dari beberapa titik pandang yang berbeda. Pokok-pokok pembicaraan merupakan bagian penting yang dapat diuraikan dalam suatu pembicaraan. Bagian penting itu bisa berupa gagasan atau pokok permasalahan.


2
Nama Kegiatan



Diskusi panel dengan tema “Ketenagakerjaan”


3
Pelaksanaan



-    Tanggal
:
27 Juli 20

-    Tempat
:
Ruang Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Ambon

-    Waktu
:
07.20 – 07.30




4
Panelis



-   Bryan Joseph, S.E.
-   Jekson Tuankotta, S.Sos.
-   Marco Aponno, S.H.
-   Maggie Tanuwijaya, S.Sos.
-   Prycilia Tanjung, S.Psi.
-   Rio Nikher Kilikily, S.E.
-   Yus Hamdan Salam, S.Psi.


5
Peserta



Siswa siswi SMA Negeri 1 Ambon (terlampir)


6
Uraian singkat diskusi



-    Bryan Joseph mengemukakan tentang kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja dan peranan dari pada tenaga kerja serta masalah yang ditimbulkan.
-    Rio Nikher Kilikily mengemukakan tentang jumlah penduduk, kesempatan kerja, dan pengangguran.
-    Prycilia Tanjung menjelaskan tentang sebab sebab terjadinya pengangguran.
-    Maggie Tanuwijaya menjelaskan tentang adanya dampak pengangguran terhadap perekonomian.
-    Jekson Tuankotta mengemukakan bagaimana cara atau usaha untuk mengatasi pengangguran.
-    Marco Aponno berpendapat bahwa adanya perbedaan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tersebut.
-    Yus Hamdan Salam mengemukakan tentang dampak pembangunan ekonomi dan kependudukan terhadap lingkungan hidup.


7
Penutup



Kesimpulan
:
Pada saat diskusi berjalan, semuanya dapat terkendali dengan baik. Walaupun terdapat perdebatan karena perbedaan pendapat antar panelis. Dari perdebatan tersebut didapatkan titik tengah atau solusinya.

Saran
:
Materi yang disajikan sudah baik, tapi yang perlu ditingkatkan adalah peran pro-aktif dari para panelis, karena respon dari para panelis terhadap materi yang disajikan masih terbilang minim.











NOTULEN DISKUSI PANEL

Tanggal diskusi         
:
27 Juli 2011
Tempat diskusi
:
Ruang Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Ambon

Waktu diskusi
:
07.20 – 07.30
Tema diskusi
:
Ketenagakerjaan
Moderator
:
Dennys Lewerissa, S.Pd.
Panelis
:
-   Bryan Joseph, S.E.
-   Jekson Tuankotta, S.Sos.
-   Marco Aponno, S.H.
-   Maggie Tanuwijaya, S.Sos.
-   Prycilia Tanjung, S.Psi.
-   Rio Nikher Kilikily, S.E.
-   Yus Hamdan Salam, S.Psi.
Peserta
:
Siswa siswi SMA Negeri 1 Ambon (terlampir)
Jumlah
:
36 Orang
Uraian pelaksanaan diskusi
:
Bryan Joseph mengemukakan pendapat bahwa, kesempatan 
kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan 
ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja. 
Tenaga kerja memegang peranan penting dalam roda 
perekonomian suatu Negara, karena :
1.   Tenaga kerja merupakan salah satu factor produksi.
2.   Sumber daya alam.
3.   Kewiraswastaan.
Tenaga kerja juga penting, dilihat dari segi 
kesejahteraan masyarakat. Masalah yang dapat ditimbulkan 
karena banyaknya tenaga kerja, adalah :
1.   Masalah perluasan kesempatan kerja.
2.   Pendidikan yang dimiliki angkatan kerja.
3.   Pengangguran.

Rio Nikher Kilikily berpendapat bahwa, jumlah penduduk 
yang besar pada dasarnya merupakan potensi yang sangat 
berharga ditinjau dari segi tenaga kerja, jika dapat 
didayagunakan dengan baik, penduduk yang sangat banyak
dan memiliki ketrampilan ini merupakan potensi yang berharga. 
Hal yang diharapkan adalah kesempatan seimbang dengan 
angkatan kerja, tetapi hal ini tidak terwujud. Berikut, beberapa
teori tentang “Dapatkah kesempatan kerja menampung 
seluruh angkatan kerja ?” :
-       Menurut kaum klasik, jika terjadi pengangguran dalam 
suatu Negara, itu berarti penawaran tenaga kerja lebih 
besar daripada permintaan tenaga kerja.
-       Keynes, penggunaan tenaga kerja secara penuh jarang 
sekali terjadi.
Pengangguran dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
-       Pengangguran terselubung (Disguissed Unemployment)
-       Setengah menganggur (Under Unemployment)
-       Pengangguran terbuka (Open Unemployment)


Prycilia Tanjung mengatakan bahwa sebab sebab 
terjadinya pengangguran, antara lain :
1.   Besarnya angkatan kerja tidak seimbang dengan 
kesempatan kerja.
2.   Struktur lapangan kerja tidak seimbang.
3.   Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan 
penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang.
4.   Adanya kecenderungan semakin meningkatnya peranan 
dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh struktur 
angkatan kerja Indonesia.
5.   Penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja antar daerah 
tidak seimbang.

Maggie Tanuwijaya menyatakan bahwa pengangguran secara 
tidak langsung berkaitan dengan pendapatan nasional. 
Tingginya jumlah pengangguran akan menyebabkan turunnya 
Gross Domestic Product. Makin banyak barang dan jasa
yang dihasilkan, makin tinggi pendapatan nasional bangsa itu, 
yang memungkinkan dilakukannya tabungan yang selanjutnya 
dapat digunakan untuk investasi, selanjutnya investasi 
akan memperbesar kesempatan kerja.

Jekson Tuankotta berpendapat, usaha-usaha yang harus
dilaksanakan untuk mengatasi pengangguran, antara lain :
1.   Memperluas kesempatan kerja
Dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan 
ekonomi yang sudah ada, maupun dengan menambah 
kegiatan ekonomi yang baru. Menurut 
Prof. Soemitro Djojohadikusumo, usaha perluasan 
kesempatan kerja dapat dilakukan dengan cara :
-       Pengembangan industri.
-       Melalui berbagai proyek pekerjaan umum.
2.   Penurunan angkatan kerja
Dapat dilakukan dengan peningkatan program wajib 
belajar 9 tahun bagi anak usia sekolah.

Marco Aponno mengemukakan bahwa, pertumbuhan ekonomi
ialah proses peningkatan barang dan jasa dalam kegiatan 
ekonomi masyarakat, yang diukur dengan meningkatnya 
hasil produksi dan pendapatan. Sedangkan pembangunan 
ekonomi ialah usaha untuk menambah  peralatan, modal dan 
skills agar membawa pendapatan per kapita yang lebih besar
dan produktivitas yang lebih tinggi terhadap satu sama lain. 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi 
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah :
1.    Masalah tekanan penduduk.
2. Sumber daya alam yang belum banyak diolah atau 
diusahakan sehingga masih bersifat potensial.
3. Kekurangan capital yang disebabkan oleh karena 
rendahnya tingkat investasi.
4.   Produsen barang-barang primer.


Yus Hamdan Salam menyatakan bahwa dampak 
pembangunan ekonomi dan kependudukan terhadap 
lingkungan hidup adalah sebagai berikut :
1.   Pembangunan di masa yang akan datang semakin 
ditandai oleh perkembangan industri.
2.   Pencemaran di kota-kota besar.
3.   Masalah keadilan
4.   Terdapat pembuangan limbah industri.
5.   Akibat kepadatan penduduk yang tinggi
6.   Akibat intensifikasi dan ekstensifikasi.
7.   Menimbulkan kerusakan ekosistem dan membawa 
dampak terhadap lingkungan hidup.
Pertanyaan 1
:
Bagaimana pandangan umum tentang ketenagakerjaan di 
Indonesia? (oleh Bryan Joseph, S.E)
Pertanyaan 2
:
Bagaimana campur tangan pemerintah tentang kependudukan
dan ketenagakerjaan? (oleh Yus Hamdam Salam, S.Psi.)
Jawaban pertanyaan 1
:
Pandangan umum tentang ketenaga kerjaan masih minim dan 
masih kurang dikarenakan kurangnya pengetahuan serta 
informasi mengenai ketenagakerjaan di Indonesia. 
(oleh Prycilia Tanjung, S.Psi.)
Jawaban pertanyaan 2
:
Peran pemerintah bisa dikatakan sudah cukup baik, 
diantaranya pengaturan pengerahan TKI yang dilaksanakan 
dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja atau Keputusan Menteri 
Tenaga Kerja, dan kebijakan pemerintah tentang masalah
kependudukan di Indonesia. (oleh Maggie Tanuwijaya, S.Sos.)
Kesimpulan
:
Diskusi berlangsung dengan baik dan lancar, walaupun 
ada perdebatan antar panelis karena perbedaan pendapat.



Moderator,


Dennys Lewerissa, S.Pd.
Notulis,


Marco Aponno, S.H.


DAFTAR HADIR PESERTA DIKSKUSI PANEL
NO
NAMA PESERTA
TANDA TANGAN PESERTA
1
Albrecth Soselissa

2
Bruce Sapulette

3
Bryan Joseph

4
Chrissa Kainama

5
Christian Siahaya

6
Chudeya Batawi

7
Dardjatur Bandjar

8
Dennys Lewerissa

9
Dwi Yance Setiabudi

10
Estherlina Sihasale

11
Gabriella Toisuta

12
Gilliant Karwur

13
Jekson Tuankotta

14
Jouze Courputty

15
Karen Sinmiasa

16
Karina Sitaniapessy

17
Kezia Paron

18
Lisa Pakel

19
Maggie Tanuwijaya

20
Marco Aponno

21
Marliany Patty

22
Max Sinonafin

23
Nixon Sariwating

24
Pieter Leatemia

25
Prycilia Tanjung

26
Rani Nurbaiti

27
Ravena Todingan

28
Refrein Loppies

29
Reylando Saimima

30
Rio Nikher Kilikily

31
Rizky Ramadhan

32
Thisia Bolaman

33
Vicentia Pical

34
Yessy Padaunan

35
Yus Hamdam Salam

36
Yaser Arafat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tolong Berkomentar Dengan Baik dan Sopan